Sabtu, 11 Februari 2012

Kangen Mendaki Gunung


Pagi ini saya masih menunggu rekan saya dari salah satu televisi lokal menuju lokasi reportase. Ketimbang ngungun, saya mencoba memikirkan sesuatu hal sembari bongkar-bongkar laptop pacar. Oh Dear, saya menemukan foto ini!

Break: Sumbing 2011

Rasa kangen tiba-tiba mendera, ingin rasanya saya berlari kebeberapa bulan silam dan menemukan wajah saya yang sedikit lebih muda. Yeah, saya kangen ngumpul dengan kawans Break (mapala yang anggotanya mahasiswa yang suka proses bareng di FBS UNY). Sumbing jadi pendakian terakhir saya tahun 2011, bulan apa, saya lupa. Entah di mana sekarang sepatu yang biasanya saya pakai ketika mendaki... :(

Kenangan, alangkah manisnya! Sumbing adalah salah satu gunung di Jawa Tengah yang dua kali saya daki. Pertama, kelas 2 SMA, tahun 2004! Hahahahaha lama sekali rasanya..... sayang waktu itu camera digital masih jadi barang SUPEEEEER MAHAL dan jarang yang punya, apalagi di kota kecil saya, Wonosobo. Itu kali kedua saya mendaki gunung, masih bersawa kawans SASPALA (Sardula Arga Sapala SMA 1 Wonosobo). Tiap kali mendaki, pasti ada sahabat saya Anggia yang kini tengah menanti kelahiran anak pertamanya. Anggi itu periang dan kocak sekali, kami suka kompakan dalam beberapa hal, bahkan sering diledekin anak kembar sejak kami duduk di bangku SMP. Saya yakin, kalau baca tulisan ini Anggi bakal cekikikan sendiri. bukan terkenang Sumbing-nya, tapi cinta monyet jaman SMA....halaaaaah lewat ah!


Naik yoh naiiiik!

Balik ke Braek, bertujuh kami mendaki waktu itu. Sayang cuaca tidak mendukung, dua malam kami bertahan tanpa mencapai puncak karena terjangan badai.Para cowok (5 orang) nekat menembus badai. Tinggalah saya dan Nila yang meringkuk berdua dalam tenda (lokasi di pasar setan) sambil terus banjir doa! Hwahahahaha  Suara badai di gunung seram sekali kedengarannya, seolah sanggup melumat tenda kami dan menggulungnya ke dasar jurang. Syukurlah, menjelang Maghrib beberapa kerlip senter tampak menuruni lereng di atas tenda kami, tanda rombongan telah kembali.

 Tepar bebas!
(Bang Nara-tshirt putih; duduk: Paman Bayu, Nila, me;
berdiri: Bang Syat, QiQi; tepar-Mas Fajar) 

Wuuuuuh lepaskan semua derita di Yogya!

Saya masih berharap, di tengah deru rutinitas yang seolah tak bercelah, pada sebuah waktu yang dikemas manis oleh Tuhan, saya akan mendaki kembali! Desau angin, padang ilalang, keringat di dahi, rusuk yang gigil, secangkir kopi buat rame-rame.....ah! begitu mengesankan!

My Lovely 'S'
(Muhammad Shodiq)
Pacar saya, penyemangat saya agar terus mendaki gunung tanpa purna, 
bernama cita-cita

  Usia terus saja bertambah. Kenangan tak melulu dari hal-hal yang kita harapkan. Saya sadar itu. Tuhan akan selalu membawa saya menyelami kehidupan lebih dalam lagi, melihatkan warna-warna yang tak pernah terbesit dalam benak saya. Mengukuhkan kembali, bahwa saya pernah muda....masih muda, dan suatu saat, jika saya panjang umur, blog ini adalah warisan bagi anak cucu saya. Blog sederhana, berisi kepingan kenangan dan segudang chemistry....

QiQi dan perenungannya....

Bahwa kehidupan akan selalu memberi sisa dari perjalanan yang telah saya lewatkan. Pada suatu masa nanti, chamistry-lah yang akan menautkan masa itu dengan masa lalu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar